Kuliah Emka

Home » Makalah » Sistem Informasi Komputer

Sistem Informasi Komputer

Oleh Muhamad Khotib, M.Pd (Alumni Pasca Teknologi Pendidikan Universitas Lampung)

Sistem

Menurut O’Brien (2005: 33), sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang saling berhubungan, bekerja bersama untuk  mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur. Sistem seperti ini sering disebut sebagai sistem dinamis karena memiliki tiga komponen atau fungsi dasar yang berinteraksi, input, proses dan output. input melibatkan penangkapan dan perakitan berbagai elemen yang memasuki sistem untuk diproses. Pemrosesan melibatkan proses transformasi yang mengubah input menjadi output. Output melibatkan perpindahan elemen yang telah diproduksi oleh proses transformasi ke tujuan akhirnya.

Menurut Zwass (1998: 44) pengertian sistem adalah sebagai berikut:

A system is a component (subsystem or elementary part) that operate together to achieve a common objective (or multiple objective). To measure the value of an artificial system, we use effectiveness and efficiency criteria. Effectiveness measure the extent to which a system achieves it objectives. Efficiency is a measure of the consumption of resources in producing given system output.

Suatu sistem adalah suatu komponen (subsistem atau bagian dasar) itu beroperasi bersama-sama untuk mencapai suatu sasaran umum (atau berbagai sasaran). Untuk mengukur nilai dari suatu sistem tiruan, kita menggunakan efektivitas dan ukuran-ukuran efisiensi. Efektivitas mengukur tingkat bagi suatu sistem untuk mencapai sasaran hasil. Efisiensi adalah suatu ukuran mencapai sumber daya di dalam memproduksi sistem output.

Menurut Sutabri (2004: 3) sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu. Pada sistem tidak hanya kumpulan komponen tetapi semua komponen harus dikelola dengan baik yang harus berjalan sesuai dengan fungsinya, berinteraksi dengan prosedur yang ditentukan sehingga mendukung sistem mencapai tujuannya.

Sedangkan menurut McLeod and Shell (2004: 9) sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sumber daya input diubah menjadi sumber daya output. Suatu sumber daya mengalir dari elemen input, melalui elemen transformasi ke elemen output. Suatu mekanisme pengendalian memantau proses transformasi untuk meyakinkan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuannya.

Dari keempat definisi sistem di atas maka penulis mengambil sebuah kesimpulan bahwa, sistem adalah suatu elemen-elemen yang saling berhubungan satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Elemen-elemen ini saling bergantung dalam melakukan aktivitasnya. Ketika satu elemen mengalami hambatan maka elemen yang lainnya akan mengalami hambatan juga. Elemen-elemen pada prakteknya akan saling berhubungan bahwa output dari elemen yang satu akan menjadi input elemen yang lain atau berikutnya. Sehingga dalam semua elemen harus berfungsi sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Sistem Informasi

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Data yang dimaksud dalam tulisan ini adalah segala sesuatu yang berhubungan proses penilaian, baik dalam persiapan, pelaksanaan maupun dalam pelaporan. Kemudian ini data diinput ke dalam komputer dalam bentuk data digital yang dapat diproses oleh komputer menjadi sebuah informasi yang berguna. Data dapat berupa huruf, gambar maupun angka.

Menurut Zwass (1998: 5) sistem informasi adalah sebuah pengelolaan kumpulan komponen-komponen untuk mengumpulkan, mengubah, menyimpan dan mengolah data dalam kegiatan penyampaian informasi. Sistem bekerja mengumpulkan berbagai data yang masuk, kemudian data tersebut diolah sehingga menjadi informasi yang berguna. Data dan informasi yang dihasilkan kemudian disimpan agar dapat dipergunakan selanjutnya. Pada tahap akhir sistem harus dapat menyampaikan informasi tersebut kepada tujuan akhir.

Menurut O’Brien (2005: 5) sistem informasi merupakan kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Sistem informasi sangat bergantung pada sumber daya manusia (pemakai akhir), hardware (mesin dan media), software (program dan prosedur), data (dasar data dan pengetahuan) serta jaringan (media komunikasi dan dukungan jaringan) untuk melakukan input, pemrosesan, output, penyimpanan, dan aktivitas pengendalian yang mengubah sumber daya data menjadi produk informasi.

Sistem informasi adalah sebuah organisasi yang terdiri bagian-bagian yang berfungsi secara mandiri dan saling berhubungan satu dengan yang lainnya bekerja untuk pengelolaan data input mulai dari perhitungan, perbandingan, pemutusan, pengambilan keputusan sampai kepada pembuatan laporan untuk mencapai sebuah tujuan yang ditetapkan. Secara sederhana sistem informasi adalah organisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang mengolah informasi menjadi informasi baru yang sesuai dengan kebutuhan yang diharapkan.

Beberapa aktivitas yang dilakukan sistem informasi (O’Brien: 2005: 39) adalah:

  • Input Sumber Daya Data

Input biasanya berbentuk aktivitas entri data seperti pencatatan dan pengeditan. Aktivitas ini dilakukan dengan menggunakan fasilitas input komputer misalnya keyboard, scanner atau alat lain yang berfungsi sebagai fasilitas input. Data yang diinput dapat berupa angka, huruf dan teks.

  • Pemrosesan Data menjadi Informasi

Data yang diinput kemudian di proses agar menjadi informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pemrosesan data dari hasil input dapat berupa perhitungan, perbandingan, pemilahan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran.

  • Output Produk Informasi

Produk informasi yang merupakan hasil dari pemrosesan data dalam berbagai bentuk dikirim ke pengguna dengan aktivitas output. Produk informasi ini dapat berupa pesan, laporan, formulir, hasil perhitungan, gambar, grafik yang dapat disediakan melalui tampilan multimedia, produk kertas, video dan audio.

  • Penyimpanan Sumber Daya Data

Penyimpanan adalah aktivitas sistem informasi tempat data dan informasi disimpan untuk digunakan kemudian sesuai dengan kebutuhan. Proses penyimpanan ini berlangsung selama sistem ini bekerja.

  • Pengendalian Kinerja Sistem

Aktivitas sistem informasi yang paling penting adalah pengendalian kinerja sistem. Sistem informasi harus mampu menghasilkan umpan balik mengenai aktivitas input, pemrosesan, output, dan penyimpanan.

Referensi:

Sutabri, Tata. 2004. Analisa Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi

McLeod. Raymound Jr and Shell, George. 2004.  Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Indeks

O’Brien, James A. 2005. Pengantar Sistem Informasi. Jakarta. Salemba empat.

Zwass, Vladimir. 1998. Foundations of Information System. Singapore: McGraw-Hill Companies Inc.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: