Kuliah Emka

Home » Makalah » Makalah Sistem Pengelolaan LHB Berbasis ICT

Makalah Sistem Pengelolaan LHB Berbasis ICT

disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan di UM Metro – 16 Mei 2007

Oleh Muhamad Khotib, S.Pd

Tenaga Pengajar SMA Muhammadiyah I Sekampung Udik – Lampung Timur

Sekretaris Forum MGMP dan MGMP Matematika Kab. Lampung Timur

I. PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Undang-undang sistem pendidikan nasional sekarang ini sudah merupakan payung hukum bagi semua pihak yang terkait dengan pendidikan. Untuk mendukung itu maka pemerintah mengeluarkan PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

 

Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi:

a.      standar isi;

b.      standar proses;

c.      standar kompetensi lulusan;

d.      standar pendidik dan tenaga kependidikan;

e.      standar sarana dan prasarana;

f.       standar pengelolaan;

g.      standar pembiayaan;dan

h.      standar penilaian pendidikan.

Dalam hal Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan semua hal yang menyangkut di dalam, maka pemerintah akan mengeluarkan sertifikasi guru/dosen. Sertifikat ini bagi guru dan dosen merupakan bukti formal sebagai tenaga profesional.  Dimana didalam termaktub hak dan kewajiban sebagai tenaga profesional. Jika sudah demikian maka guru sudah menjadi sebuah profesi yang merupakan bidang pekerjaan khusus. Sebagai sebuah profesi maka diperlukan bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme dalam pendidikan. Dan lebih penting mempunyai komitmen yang untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan serta memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang diperlukan.

Pendidikan adalah sebuah proses, dimana semua hal yang terkait dengan pendidikan harus berjalan harmonis dan sinergis dalam mendukung terjadinya proses pendidikan yang bermutu. Standarisasi Pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah merupakan sebuah keharusan yang harus disikapi oleh semua pihak terutama guru. Karena merupakan ujung tombak didalam meningkatkan mutu pendidikan.

Peserta Didik sebagai subjek maupun objek dari sebuah pendidikan berhak mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang Paripurna dalam belajar. Dalam proses pembelajaran peserta didik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang tertuang dalam Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan harus dikembangkan dan berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

II. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Sekolah sebagai sebuah Institusi pendidikan formal saat ini sudah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terutama untuk jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)  adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Sekolah diberikan kewenangan untuk dapat mengembangkan KTSP disekolahnya masing-masing dengan memperhatikan prinsip-prinsip dasar pengembangan KTSP.

Guru sebagai pelaku utama dari pendidikan dalam mensikapi KTSP sangat beragam. Pensikapan guru dalam melaksanakan KTSP terutama dalam Proses pembelajaran dan proses penilaian. Pada dua hal ini guru harus dapat menyiapkan dan mengembangkan silabus agar kompetensi yang diharapkan dalam KTSP bisa tercapai dengan baik. Pada konteks ini guru dituntut untuk mengerti dan memahami dengan KTSP yang diberlakukan di sekolahnya masing-masing. Kenapa demikian karena setipa sekolah akan mengembangkan KTSP sesuai dengan potensi, karakter, ciri khas dan kebutuhan sekolah dan peserta didik yangada disekolah tersebut.

Pada kurikulum terdahulu guru kadang tidak paham dengan visi, misi dan tujuan sekolah yang bersangkutan. Pada kurikulum saat ini guru dituntut untuk mengerti dan memahami secara benar dan utuh KTSP yang diberlakukan diseklah dimana guru mengajar.

Ada beberapa permasalahan yang terkadang muncul, tentang problematika guru, antara lain :

  1. masih banyak guru mengajar dibeberapa sekolah yang berbeda dengan visi, misi dan tujuannya mungkin berbeda. Apa mungkin guru yang berangkutan bisa melaksanakan visi, misi dan tujuan sekolah.
  2. Masih banyak guru yang mengajar lebih dari satu mata pelajaran.
  3. Dengan keterbatasan yang ada pada guru, baik pada masalah kompetensi, kualifikasi dan ketersediaan waktu yang diberikan oleh guru, maka KTSP akan sangat berat untuk bisa dilaksanakan secara maksimal.

III. Proses Penilaian

Proses Penilaian merupakan salah standarisasi yang harus dilakukan dan diberikan kepada peserta didik sesuai dengan amanat Undang-undang No. 20 tahun 2003. dan PP 19 tahun 2005.

Penilaian merupakan suatu proses yg dilakukan melalui perencanaan, pengumpulan informasi, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa. Atau juga merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian keputusan terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.

Penilaian digunakan untuk :

  1. Menilai pencapaian kompetensi peserta didik
  2. Bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar
  3. Memperbaiki proses pembelajaran

Dalam hal pencapaian kompetensi peserta didik penilaian yang dilakukan harus benar-benar menjadi alat kurikulum bagi peserta didik terhadap kompetensi yang disyaratkan. Pada konteks ini guru tidak hanya menampilkan angka sebagai hasil akhir dari sebuah proses pembelajaran yang dikaitkan dengan penilaian, tetapi jugaharus menampilkan secara utuh ketercapain kompetensi peserta didik. Wali Kelas, guru pembimbing, guru pembina dan elemen sekolah yang lain harus juga secara utuh menampilkan profil pengembangan diri dari peserta didik. Profil ini nantinya akan di cantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

Menurut PP No. 19 tahun 2005 Pasal 63 ayat 1, Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:

  1. penilaian hasil belajar oleh pendidik;
  2. penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
  3. penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

Penilaian hasil belajar oleh pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat 1 butir a dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.

Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik. Untuk mengukur pencapai kompetensi peserta didik maka guru harus melakukan beberapa kali ujian (baik tertulis maupun tidak tertulis) maupun penugasan.

Sedangkan Ujian itu sendiri adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.

Proses penilaian peserta didik pada KTSP harus didasarkan pada :

  1. Ulangan Harian
  2. Ulangan Tengah Semester
  3. Ulangan Akhir Semester

IV. Laporan Hasil Belajar Peserta Didik

Laporan hasil belajar (LHB) merupakan kumpulan nilai-nilai kumulatif dari hasil pencapaian standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) selama peserta didik mengikuti pembelajaran pada semester yang terkait, yang diperoleh melalui ujian (lisan, tertulis, wawancara, kuis, praktik, tugas-tugas, dll) termasuk hasil remedial. Hal ini sesuai dengan karakteristik  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dikembangkan berbasis kompetensi. Proses pembelajaran berbasis kompetensi menerapkan prinsip pembelajaran tuntas (mastery learning) dan penilaian berkelanjutan.

Laporan kemajuan belajar siswa merupakan sarana komunikasi dan sarana kerja sama antara sekolah dan orang tua, yang bermanfaat bagi kemajuan belajar siswa maupun pengembangan sekolah. Oleh karena itu Pelaporan hendaknya memuat:

  1. Rincian hasil belajar berdasarkan kriteria yg telah ditentukan
  2. Memberikan informasi yang jelas, menyeluruh, dan akurat.
  3. Menjamin orang tua untuk segera mengetahui masalah dan perkembangan anaknya.

Informasi yang diberikan kepada orang tua hendaknya:

  • Menggunakan bahasa yang komunikatif
  • Menitikberatkan kekuatan yang dicapai siswa
  • Memberikan perhatian pada pengembangan dan pembelajaran anak
  • Berkaitan dgn hasil belajar sesuai yang ditetapkan kurikulum
  • Berisi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar

Berdasarkan SK Dirjen Dikdasmen No. 576/C/KEP/TU/2006 Bentuk dan Petunjuk  Laporan Hasil Belajar KTSP, adalah  :

1.   LHB disampaikan kepada peserta didik dan orang tua/wali peserta didik setiap akhir semester.

2.   Pengisian LHB dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi.

3.   Bentuk LHB dapat berupa buku atau lembaran, dengan catatan harus memenuhi seluruh komponen LHB, yang mencakup (1) identitas peserta didik, 2) format nilai hasil belajar peserta didik, 3) format ketercapaian kompetensi peserta didik, 4)  program pengembangan diri (kegiatan ekstrakurikuler), ketidakhadiran, kepribadian dan catatan wali kelas, 5) keterangan pindah sekolah, dan 6) catatan prestasi peserta didik.

4.   Penulisan buku induk dapat dilakukan secara manual atau komputerisasi (disesuaikan dengan pelaksanaan penulisan LHB).

V. RASIONALITAS

Berdasarkan wacana di atas, adanya tuntunan penyampaian informasi perkembangan peserta didik kepada orang tua di hubungkan dengan kompetensi guru dan kesempatan guru meluangkan waktu, maka penulis melakukan inovasi kreatif untuk membuat semacam Sistem Pengelolaan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik berbasis TIK dengan menggunakan komputer.

Ada beberapa alasan yang dijadikan dasar pemikiran :

  1. Sudah banyak guru yang menguasai komputer
  2. Tuntutan kompetensi terutama dalam sertifikasi bahwa guru harus menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi.
  3. Masih banyak guru, wali kelas, guru pembina dan guru pembimbing di daerah yang mengalami kesulitan dalam pembuatan profil baik ketercapaian kompetensi, pengembangan diri maupun kepribadian.
  4. Penyampaian informasi perkembangan peserta didik harus memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang tua.
  5. SK Dirjen Dikdasmen No. 576 tentang Bentuk dan Penyusunan LHB KTSP.

Inovasi ini hanya langkah kreatif dari penulis untuk membantu guru, wali kelas dan sekolah dalam mengelola Laporan Hasil Belajar Peserta Didik. Dimana kesulitan dan kesempatan guru, wali kelas dan sekolah untuk membuat dan menulis profil peserta didik dapat dilakukan dengan mudah dan efisien. Yang lebih terpenting sesuai dengan peraturan yang berlaku. Semua proses dilakukan berdasarkan KTSP dengan tidak menutup kemungkinan kreatifitas guru dalam pembuatan profil maupun dalam perhitungan penilaian peserta didik.

VI. KONSEP DASAR

Sistem Pengelolaan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik atau kami berinama SIMPEL LHB. Merupakan sebuah terobosan inovasi kreatif tentang proses penilaian peserta didik dengan bantuan komputer. Sudah banyak rekan-rekan guru yang melakukan inovasi ini, tetapi yang ini berbeda. Sangat berbeda, karena SIMPEL LHB sudah mengacu pada KTSP dan penggunaan program ini di sekolah-sekolah terutama sekolah yang ada di daerah sangat memungkinkan.

Konsep Dasar Simpel LHB adalah proses perhitungan nilai akhir peserta didik pada suatu mata pelajaran didasarkan pada Nilai Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah Semester (UTS) dan Ulangan Akhir Akhir Semester (US). Prosentasi perbandingan antara Nilai UH, UTS dan US untuk setiap Mata pelajaran dimungkin berbeda dan dikembangkan sendiri oleh guru mata pelajaran.

Pembuatan profil dari peserta didik didasarkan pada :

  1. KKM yang ditentukan
  2. Jumlah Ulangan Harian pada semester berjalan
  3. Materi Ulangan Harian / KD yang dijadikan acuan
  4. Nilai Ulangan Harian
  5. Aspek Pengetahuan dan aspek praktik setiap mata pelajaran .

Contoh Perhitungan Nilai Akhir (Nilai Semester) dengan nilai KKM 60 :

PENGETAHUAN
50 % 25% 25% NA
Ulangan Harian UTS US
1 2 3 4 5
59 85 72 52 57 82 68
85 91 52 82 25 95 69

Alur Perhitungan :

  1. Rata-rata ulangan harian (pada tabel 4 kali ulangan harian – dimungkinkan menjadi 5) dikali 50%
  2. 25 % Ulangan Tengah Semester
  3. 25 % Ulangan Akhir Semester

NA = {(59+85+72+52)/4} x 50% + 57x 25% + 82 x 25% = 68

NA = {(85+91+52+82)/4} x 50% + 25x 25% + 95 x 25% = 69

Contoh Pembuatan Profil Mata Pelajaran :

Uraian Materi Setiap Ulangan Harian
Materi UH 1 Persamaan Kuadrat
Materi UH 2 Trigonometri
Materi UH 3 Geometri Ruang
Materi UH 4 Logika matematika
Ketercapaian Kompetensi
Kemampuan Trigonometri dan Geometri Ruang Sudah mencapai KKM tetapi Persamaan Kuadrat dan Logika matematika Belum Mencapai KKM
Kemampuan Persamaan Kuadrat, Trigonometri dan Logika matematika Sudah mencapai KKM tetapi Geometri Ruang Belum Mencapai KKM

Untuk NA Pertama Perhatikan nilai diatas UH 1 dan  UH 2 dibawah KKM sedangkan UH 2 dan UH 3 di atas KKM maka profil yang terbentuk adalah :

Kemampuan Trigonometri dan Geometri Ruang Sudah mencapai KKM tetapi Persamaan Kuadrat dan Logika matematika Belum Mencapai KKM

Untuk NA Pertama Perhatikan nilai diatas UH 1, UH 2 dan  UH 4 di atas KKM sedangkan UH 3 di bawah KKM maka profil yang terbentuk adalah :

Kemampuan Persamaan Kuadrat, Trigonometri dan Logika matematika Sudah mencapai KKM tetapi Geometri Ruang Belum Mencapai KKM

Proses perhitungan nilai dan pembuatan dikerjakan oleh komputer (program), guru atau operator hanya meng-INPUT Data Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester.

VII. PENGELOLAAN

SIMPEL LHB Mengelola :

  1. Pengelolaan Nilai dan profil Mata pelajaran
  2. Pengelolaan Profil Pengembangan Diri
  3. Pengelolaan profil Kepribadian
  4. Leger Kelas
  5. LHB Peserta Didik
  6. Buku Induk
  7. Rekapitulasi Kehadiran Peserta didik
  8. Catatan Wali Kelas

VIII. KEUNTUNGAN

Ada beberapa keuntungan yang dapat diraih :

  • Hemat Waktu
  • Pekerjaan lebih rapi
  • bekerja menjadi lebih mudah
  • Program Interaktif
  • Menyeluruh
  • Mudah Digunakan
  • Memudahkan pengawasan terhadap guru
  • Keamanan terjamin
  • ada fasilitas bantuan

IX. Penutup.

Inovasi ini mudah-mudah berguna bagi rekan-rekan guru terlebih berguna kemajuan pendidikan dan mutu Lampung .


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: