Kuliah Emka

Home » Model Dick Carey » Lankah Kedelapan Model Dick Carey

Lankah Kedelapan Model Dick Carey

Langkah ke-8
MERANCANG DAN
MELAKUKAN EVALUASI FORMATIF PEMBELAJARAN
( Desigingn and Conducting Formative Evaluations )

oleh : Muhamad Khotib, Tri Wahyu Handoyo, Suyono
Wahyuni Satiawati, Rita Ambarwati
Mahasiswa Pasca TP Unila 2009

A. Latar Belakang

Evaluasi formatif adalah pengumpulan data dan informasi selama pengembangan instruksi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas instruksi. Evaluasi formatif awalnya digunakan sebagai proses untuk meningkatkan instruksi setelah draft pertama pengajaran dikembangkan. Desainer berpengalaman, bagaimanapun, menemukan bahwa lebih baik untuk mencoba komponen awal dari proses desain, sehingga menghindari banyak masalah yang akan tidak dapat ditemukan sampai setelah rancangan instruksi itu selesai.

B. Konsep Pengembangan

Evaluasi formatif adalah proses perancangan untuk memperoleh data yang dapat digunakan untuk meninjau kembali instruksi agar lebih efisien dan efektif. Penekanan dalam evaluasi formatif adalah pada pengumpulan dan analisis dan revisi dari instruksi.

Ada tiga fase dasar evaluasi formatif. Yang pertama adalah evaluasi perorangan, evaluasi kelompok kecil dan uji lapangan. Sebelum ini dilaksanakan didahului oleh tinjauan ulang dari ahli yang tidak terlibat tidak langsung tetapi mempunyai keahlian yang relevan.

1. Merancang Evaluasi Formatif

Kerangka acuan apa yang dapat Anda gunakan untuk merancang evaluasi formatif? Dengan mengingat bahwa tujuan evaluasi formatif adalah untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan tertentu dalam bahan-bahan untuk mengoreksi mereka, termasuk desain evaluasi instrumen, prosedur, dan kebutuhan personil untuk menghasilkan informasi tentang lokasi dan alasan untuk setiap masalah.

Ada lima bidang pertanyaan yang digunakan untuk mengevaluasi bahan.

1)      Apakah bahan sudah sesuai untuk jenis hasil belajar yang diharapkan ?

2)      Apakah bahan sudah memadai termasuk instruksi pada bawahan keterampilan?

3)      Apakah bahan sudah jelas dan mudah dipahami ?

4)      Berapakah nilai motivasi material untuk peserta didik ?

5)      Bahan-bahan yang dapat dikelola secara efisien dengan cara mereka dimediasi?

2. Peranan Tenaga Ahli dalam Evaluasi Formatif

Selain adanya data evaluasi dari pembelajar perlu juga melihat analisi dari seorang ahli.  Ketika draf desain selesai terkadang desain tidak bisa melihat permasalahan yang ada. Resensi atau pendapat dari tenaga ahli perlu dipertimbangkan untuk perbaikan dan perubahan pada draf pertama desain. Terutama dalam strategi belajar, tipe belajar dan ketetapatan bahan yang akan digunakan dalam desain pembelajaran.

3. Evaluasi Perorangan

Tujuan evaluasi formatif perorangan adalah untuk mengidentifikasi dan menghapus kesalahan yang mencolok dalam pengajaran. Evaluasi ini melibatkan 3 atau lebih peserta didik yang berinteraksi langsung dengan desainer. Ada tiga kriteria utama dan dalam evaluasi perorangan ini yaitu : Kejelasan,  Dampak          dan Kelayakan            .

Ada beberapa pertimbangan dalam melakukan evaluasi perorangan yaitu :

1) Memilih Pelajar

Penentuan pelajar yang dilibatkan dalam evaluasi perorangan harus mewakili populasi target, baik segi kemampuan maupun karakteristik lainnya. Misal dari segi kemampuan, dipilih yang diatas rata-rata, rata-rata dan di bawah rata-rata. Dilihat dari motivasi, dipilih yang motivasi positif, netral dan negatif, Atau kalau itu bukan pelajar bisa dipilih berdasarkan pengalaman, diatas sepuluh tahun, dua sampai lima tahun dan yang baru setahun.

2) Pendataan

Data pendataan atau pengambilan informasi dati evaluasi perorangan seperti diatas, yaitu : kejelasan, dampak dan kelayakan.

a. Kejelasan

Untuk kejelasan instruksi, ada tiga kategori utama dari informasi yaitu pesan, link, dan prosedur. Kategori pertama, pesan, meliputi: kosakata, kalimat kompleksitas, dan struktur pesan.. Kategori kedua, link, bagaimana pesan dasar dirancang mencakup konteks, contoh, analogi, ilustrasi, demonstrasi, dan sebagainya. Katagori ketiga, prosedur, mengacu pada instruksi karakteristik seperti urutan, ukuran segmen yang disajikan, transisi antara segmen, kecepatan, dan variasi yang dibangun ke dalam presentasi. Ini akan berpengaruh kepada motivasi dan kecepatan dalam pembelajaran

b. Dampak

Berkaitan dengan sikap pelajar tentang instruksi pada pencapaian tujuan-tujuan tertentu. Terkait dengan sikap, (1) secara pribadi relevan dengan dia atau dia, (2) accomplishable dengan usaha yang wajar, dan (3) menarik dan memuaskan untuk pengalaman.

c. Kelayakan

Berkaitan dengan pertimbangan orientasi manajemen yang dapat diperiksa selama evaluasi sidang. Pertimbangan kelayakan termasuk kemampuan belajar, media pengajaran, dan pengajaran lingkungan.

3) Prosedur

Prosedur yang khas dalam evaluasi perorangan adalah untuk menjelaskan kepada para pelajar tentang bahan pembelajaran. Reaksi pembelajar terhadap materi, mengetahui kekurangan materi, mengerjakan soal-soal, mencatat waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan materi. Pebelaajar akan menemukan kesalahan ketik, kelalaian konten, halaman yang hilang, grafik yang berlabel tidak tepat, tidak sesuai link di halaman web mereka, dan jenis lainnya. Kesulitan memahami urutan belajar, konsep belajar, dan soal-soal yang diberikan.

4) Penilaian dan Kuesioner

Setelah siswa telah menyelesaikan instruksi dalam evaluasi perorangan, mereka mengerjakan posttest dan kuesioner sikap dengan cara yang sama. Desainer akan menemukan tidak hanya kesalahan, tetapi juga kenapa terjadi kesalahan. Informasi ini dapat sangat membantu selama proses revisi. Proses untuk mengevaluasi kinerja, produk, dan sikap dan pada akhirnya untuk merevisi pembelajaran termasuk butir-butir soal yang ada.

5) Belajar Sisa

Salah satu kepentingan desainer selama evaluasi perorangan adalah untuk menentukan jumlah waktu yang diperlukan bagi pelajar untuk menyelesaikan instruksi.

6) Interpretasi Data

Informasi tentang kejelasan instruksi, dampak pada pelajar, dan kelayakan instruksi perlu diringkas dan terfokus. Aspek-aspek tertentu dari instruksi yang ditemukan untuk menjadi lemah kemudian dapat dipertimbangkan dalam rangka rencana revisi yang mungkin untuk meningkatkan instruksi untuk pelajar serupa.

7) Hasil

Hasil dari evaluasi satu-ke-satu adalah instruksi bahwa :

(l)    berisi kosa kata yang sesuai, kompleksitas bahasa, contoh, dan ilustrasi untuk peserta didik;

(2)   baik menghasilkan sikap dan prestasi pelajar, atau direvisi dengan tujuan meningkatkan pelajar sikap atau kinerja selama percobaan berikutnya, dan

(3)   layak digunakan dengan pembelajar, sumber daya, dan pengaturan yang ada. Instruksi lebih lanjut dapat disempurnakan dengan menggunakan kelompok kecil cobaan.

4. Evaluasi Kelompok Kecil

Ada dua tujuan dalam evaluasi kelompok kecil. Pertama effektivitas perubahan dan Identifikasi masalah yang masih tersisa setelah evaluasi perorangan. Kedua untuk menentukan apakah pelajar dapat menggunakan instruksi tanpa berinteraksi dengan instruktur. (Pada titik ini dalam diskusi kita, kita terus menganggap bahwa perancang merancang beberapa bentuk bahan pengajaran diri.)

1) Kriteria dan Data

Langkah efektif untuk mengevaluasi pembelajaran dan kinerjanya dengan melihat skor pretest dan posttest. Informasi yang dikumpulkan mengenai kelayakan dari instruksi biasanya meliputi:

(l)    waktu yang dibutuhkan bagi pelajar untuk menyelesaikan baik instruksi dan tolok ukur kinerja yang dibutuhkan,

(2) biaya dan kelangsungan hidup menyampaikan instruksi dalam format dimaksudkan dan lingkungan, dan

(3)   sikap mereka yang melaksanakan atau mengelola instruksi.

2) Memilih Pebelajar

Evaluasi kelompok kecil terdiri dari 8 – 20 orang pembelajar. Dimungkin untuk memilih secara acak dai populasi target. Atau mngkin desainer perlu mengikutkan pembelajar yang telah ditetapkan untuk mewakili kelompok, misalnya pebelajar yang prestasinya rendah, rata-rata, tinggi atau yang terbasa dengan prosedur tertentu misalnya berbasis komputer, web dan yang tidak, atau yang muda, berpengalaman.

3) Prosedur

Prosedurnya guru memulai dengan menjelaskan kemudian pembelajar diberikan pretest. Pada pelaksanaan peran guru sesedikit mungkin. Setiap pelajar yang kesulitan dalam proses dan bagian dan solusi harus jelas dicatat sebagai bagian dari revisi data.

4) Penilaian dan Kuesioner

Langkah tambahan dari evaluasi adalah kuesioner sikap untuk mendapatkan tanggapan pembelajar, kelemahan dan kelebihan dalam strategi pembelajaran. Oleh karena itu pertanyaan dalam kuesioner minimal mencakup :

• Apakah instruksi menarik?

• Apakah Anda mengerti apa yang Anda harus dipelajari?

• Apakah bahan-bahan yang berkaitan langsung dengan tujuan?

• Apakah latihan-latihan praktek memadai?

• Apakah latihan-latihan praktek relevan?

• Apakah benar-benar tes mengukur pengetahuan tentang tujuan?

• Apakah anda menerima umpan balik yang memadai pada latihan-latihan praktis?

• Apakah Anda merasa percaya diri ketika menjawab pertanyaan di tes?

5) Ringkasan Data dan Analisa

Data kuantitatif dan informasi yang dikumpulkan selama evaluasi dirangkum dan dianalisis. Data kuantitatif terdiri dari skor tes serta persyaratan waktu dan biaya proyeksi. Informasi deskriptif terdiri dari komentar yang dikumpulkan dari sikap kuesioner, wawancara, atau evaluator catatan tertulis selama proses evaluasi.

6) Hasil

Hasil dari evaluasi kelompok kecil mungkin perbaikan instruksi yang sederhana, seperti mengubah contoh dan kosa kata dalam tes item atau meningkatkan jumlah waktu yang dialokasikan untuk studi. Atau mungkin memerlukan perubahan besar dalam strategi pengajaran (misalnya, strategi motivasi, urutan tujuan, pengiriman instruksional format), atau dalam sifat informasi yang disajikan kepada peserta didik.

5. Evaluasi Uji Lapangan

Evaluasi uji lapangan menggunakan konteks belajar yang mirip dengan sasaran yang akan digunakan. Tujuan uji lapangan untuk efektivitas perubahan pada evaluasi kelompok kecil dan instruksi dapa digunakan pada kontek belajar yang sebenarnya.

1) Lokasi Evaluasi dan pemilihan pelajar

Uji lapangan dapat dicobakan pada kelompok besar yang terdiri dari 30 orang yang dipilih secara acak yang berbeda. Atau pada kelas perorangan tetapi akan menemui kesulitan karena pebelajar akan tersebar.

2) Kriteria dan Data

informasi yang dikumpulkan adalah prestasi pelajar dan sikap; instruktur prosedur dan sikap; dan sumber daya seperti waktu, biaya, ruang, dan peralatan.

3) Prosedur Pelaksanaan Ujian Lapangan

Prosedur uji lapangan hampir sama dengan kelompok kecil. Perbedaan pada peran desain yang harus dikurangi atau dihilangkan diganti dengan peran guru, oleh karenanya guru harus dilatih dulu. Mungkin setelah evaluasi kelompok kecil pretest dan posttest diubah atau dikurangi hanya menilai entry paling penting. Kuesioner difokuskan pada faktor-faktor lingkungan yang mungkin mengganggu pembelajaran.

4) Ringkasan Data dan Interpretasi

Data prestasi dan informasi sikap pelajar dan guru diringkas untuk membantu menemukan bagian-bagian pada instrusi yang tidak efektif. Hal ini akan digunakan sebagai revisi akhir.

C. Hasil Pengembangan

Hasil Evaluasi Formatif

  1. 1. Review Ahli

sesuai dengan komentar para ahli lain yang diundang di luar pengembang instruksional, diperoleh informasi bahwa produk instruksional tersebut dapat dikembangkan, karena hasilnya cukup baik berdasarkan hasil kuesioner.

Dari hasil interview dan kuesioner terdapat 3 orang ahli diperoleh informasi sebagai berikut:

No. Nama Responden Pernyataan
Kebenaran Isi atau materi menurut bidang iomunya dan relevansinya dengan tujuan pembelajaran
Kurang Cukup Baik Baik Sekali
1 Andriani, S.Pd

(Ahli bidang study)

v
2 Sentot Hardiyono, S.Pd

(Ahli Produk Media)

v
3 Darma Cahyono, S.Pd

(Ahli Pengembang Instruksiona)

v
Jumlah 1 2

2 Comments

  1. […] Layak digunakan dengan pembelajar, sumber daya, dan pengaturan yang ada. Instruksi lebih lanjut dapat disempurnakan dengan menggunakan kelompok kecil cobaan (https://kuliahemka.wordpress.com/2010/03/03/lankah-kedelapan-model-dick-carey/). […]

  2. […] 3)      Layak digunakan dengan pembelajar, sumber daya, dan pengaturan yang ada. Instruksi lebih lanjut dapat disempurnakan dengan menggunakan kelompok kecil cobaan (https://kuliahemka.wordpress.com/2010/03/03/lankah-kedelapan-model-dick-carey/). […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: