Kuliah Emka

Home » Model Dick Carey » Langkah Keenam Model Dick Carey

Langkah Keenam Model Dick Carey

Langkah ke-6
MENGEMBANGKAN SIASAT PEMBELAJARAN
( Develop Instructional Strategy )

oleh : Muhamad Khotib, Tri Wahyu Handoyo, Suyono
Rita Ambarwati, Wahyuni Satuawati

A. Latar Belakang

Kegiatan instruksional yang dilakukan para pengajar beraneka ragam. Ada pengajar yang memulai kegiatannya dengan menunggu pertanyaan dari siswa, ada yang aktif memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa, ada pula yang mulai dengan memberikan penjelasan tentang materi yang akan diuraikan, dan ada yang memulai mengulangi penjelasan tentang materi yang lalu. Selanjutnya ada yang melanjutkan dengan kegiatan menjawab pertanyaan siswa, membentuk kelompok diskusi atau menggunakan program lain. Istilah startegi pembelajaran menyatakan berbagai jenis aktivitas belajar mengajar, seperti diskusi kelompok, membaca, studi kasus, perkuliahan, simulasi computer, lembar kerja, proyek kelompok kerjasama, dll.

B. Konsep Pengembangan

1. Menyeleksi Sistem Penyampaian

Sistem penyampaian merupakan bagian dari strategi pembelajaran, sistem penyampaian juga merupakan asumsi bahwa desainer terlibat dalam pengembangan strategi pembelajaran. Dalam kasus lain memilih system pembelajaran dapat juga berupa level, level bidang studi, ataupun level kurikulum. Berikut ini beberapa contoh system penyampaian yang umum dalam melaksanakan pembelajaran.

  • Model tradisional
  • Korespondensi
  • Kuliah kelompok besar yang diikuti dengan Tanya jawab.
  • Belajar jarak jauh dengan video tape atau siaran.
  • Video conference interaktif dua arah
  • Pembelajaran berbasis computer
  • Pembelajaran berbasis web menggunakan internet atau intranet
  • Program belajar mandiri dengan bantuan modul atau paket pembelajaran.
  • Kombinasi system kebiasaan, kombinasi dan unik.

Dalam proses desain pembelajaran yang ideal, hal pertama yang dipertimbangkan adalah tujuan, karakteristik pembelajar, konteks dan performa pembelajaran, tujuan khusus, assessment (penilaian), dan memilih system penyampaian yang terbaik. Dan untuk mencapai memilih sistem penyampaian yang terbaik, semua komponen di atas harus dipertimbangkan:

1)      Review analisis pembelajaran dan mengidentifikasi tujuan khusus

2)      Merencanakan dan mempelajari komponen pembelajaran

3)      Memilih kelompok siswa yang paling efektif

4)      Menspesifikasi bahan dan media efektif

5)      Menentukan tujuan dari materi pelajaran dan menggabungkan pemilihan media.

6)      Menyeleksi atau mengembangkan system penyampaian terbaik.

2. Menyusun Isi Materi dan Mengelompokkan Pembelajaran

a. Merangkai Isi

Langkah pertama dalam mengembangkan siasat pembelajaran adalah mengidentifikasi rangkaian pembelajaran dan pengaturan isi. Hal ini bisa mulai dari level skill yang paling bawah yaitu skill yang tepat di atas garis entri behavior kemudian naik terus mengikuti hierarki sampai ke yang paling tinggi. Rangkaian pembelajaran cenderung merupakan kombinasi dari bawah ke atas atau dari kiri ke kanan. yaitu, subordinat skill langkah 1 diajarkan pertama kali, kemudian langkah 1, lalu yang berikutnya sub ordinat skill langkah 2,kemudian langkah ke 2 itu sendiri. Rangkaian ini berlangsung terus sampai semua langkah di ajarkan.

b. Pengelompokkan Pembelajaran

Satu rangkaian yang besar adalah pendekatan program pembelajaran linear yang cenderung merubah semua informasi ke dalam unit-unit kecil dan meminta respon terus menerus dari pembelajar, aktivitas dasar, atau anda ingin menampilkan informasi tersebut ke dalam bentuk beberapa tujuan terlebih dahulu pada berbagai aktivitas pebelajar. Anda harus mempertimbangkan 5 faktor dalam menentukan jumlah informasi yang akan ditampilkan (atau ukuran ‘kelompok’), yaitu :

  • Level usia pebelajar
  • Kompleksitas materi
  • Jenis-jenis pembelajaran
  • Variasi aktivitas.
  • Jumlah waktu tersedia.

3. Komponen Belajar dalam Siasat Pembelajaran

Konsep dasar dalam strategi pembelajaran adalah peristiwa pembelajaran yang dideskripsikan dalam condition of learning Gagne (1970). Dalam pandangan psikologi kognitif ada 9 event yang menghadirkan efektivitas mengajar eksternal yang mendukung mental proses pembelajaran internal, yaitu : Memperoleh perhatian, Menginformasikan tujuan pembelajaran, Menstimulasi ingatan dan prasyarat pembelajaran, Menampilkan materi-materi, Menyediakan bimbingan pembelajaran, Menimbulkan performa, Memberikan feed back, Menilai kinerja, Memperkaya ingatan dan mentransfer.

Dalam siasat pengajaran ada lima komponen utama:

  1. Kegiatan pra instruksional ( pendahuluan )
    1. Perhatian dan Motivasi Pebelajar
    2. Menjelaskan Tujuan
    3. Menjelaskan dan Memastikan Pengetahuan PraSyarat
  1. Isi presentasi / Penyajian Informasi
    1. Uraian Materi
    2. Contoh
    3. Partisipasi pembelajar
      1. Praktek
      2. Umpan Balikan
      3. Penilaian
        1. Tes Perilaku Masukan
        2. PreTest
        3. PosTest
        4. Kegiatan Tindak lanjut
          1. Remediasi (review)
          2. Pengayaan

Adapun uraian dari kelima komponen tersebut sebagai berikut :

  1. Kegiatan pra instruksional (pendahuluan) ; sebelum memulai pembelajaran formal anda harus mempertimbangkan 3 faktor yaitu: motivasi pembelajar, menginformasikan apa yang akan harus mereka pelajari, memastikan bahwa mereka sudah mempunyai pengetahuan prasyarat sebelum memulai pembelajaran
  2. Isi presentasi/ penyajian materi; disini anda harus menentukan dengan tepat informasi konsep aturan dan prinsip-prinsip apa yang perlu diberikan pada pembelajar. Ini merupakan penjelasan dasar dari unit-unit yang ada di dalamnya. Kesalahan utama yang sering terjadi dalam langkah ini adalah menyampaikan terlalu banyak informasi, khsususnya informasi yang tidak ada hubungannya dengan tujuan. Tidak hanya penting untuk mendefenisikan konsep-konsep baru, tetapi juga menjelaskan hubungan antar konsep-konsep tersebut. Anda juga perlu menentukan tipe dan jumlah contoh yang akan diberikan pada setiap konsep.
  3. Partisipasi pebelajar; merupakan pemberian aktivitas yang berhubungan langsung dengan tujuan. Pebelajar harus diberi kesempatan untuk mempraktekkan apa yang diinginkan, dan mampu dilakukan oleh mereka. Pembelajar seharusnya tidak hanya mampu mempraktekkan tetapi mereka juga harus memberi feed back.
  4. Penilaian (assessment); empat kriteria dasar di dalam penilaian sudah digambarkan didalam chapter 7, tes entry behavior, pre test, tes praktek, dan post test. Fungsi utama dari tes tersebut sudah digambarkan, tetapi disini sebagai seorang desainer anda harus memutuskan dengan tepat apa strategi anda. Pertama anda harus tahu bagaimana menggunakan tes praktek, lalu anda harus bisa memutuskan hal-hal berikut ini.
  5. Kegiatan Tindak lanjut adalah kegiatan review keseluruhan dari strategi untuk menentukan apakah memori/materi pembelajaran dan transfer perlu untuk diberikan. Pertanyaan ini bisa dijawab dengan mengulang kembali analisis konteks kinerja.

4. Komponen Belajar Untuk Pebelajar Dengan Level Kemampuan Dengan Kedewasaan yang Berbeda.

Aspek pertama yang perlu diperhatikan adalah mengingat bahwa komponen belajar itu ditujukan untuk memandu proses intelektual pembelajar melalui aktivitas dan mental yang membantu pembelajaran. Idealnya adalah semua pembelajar harus mampu mengatur proses intelektual mereka seperti menjadi pebelajar yang mandiri.

1)      Komponen Belajar Untuk Berbagai macam Outcome (Hasil).

Komponen dasar belajar untuk berbagai hasil pembelajaran dalam strategi pembelajaran adalah intelektual skill, informasi verbal, skill motorik dan perilaku.

  • Intelektual skill;

Seorang desainer harus menyadari dua hal yaitu cara pebelajar mengorganisir pengetahuan yang diterima dalam memori dan keterbatasan kemampuan mereka untuk mengingat materi baru. Strategi yang digunakan harus mencakup cara-cara bagaimana pebelajar dapat menghubungkan materi baru yang didapatkan dengan pengetahuan yang sudah ada dalam memori.

  • Informasi verbal;

Prosedur yang direkomendasikan oleh Gagne untuk membantu siswa mengatur informasi baru adalah dengan memberikan outline atau tabel yang merangkum informasi ini.

  • Skill motorik;

Apa implikasi dari deskripsi pembelajaran skill motorik yang menampilkan isi, contoh, praktek dan umpan balik (feed back) ? Implikasi yang sangat nyata adalah persyaratan dari beberapa presentasi visual dari skill, sudah pasti video atau film bisa digunakan untuk melihat gerak tetapi sering foto dan gambar juga bisa digunakan, Kategori isi dan contoh dalam strategi biasanya dalam bentuk deskripsi verbal yang diikuti dengan ilustrasi.

  • Perilaku

Perilaku terdiri dari tiga komponen: perasaan, sikap, dan pemahaman kognitif. Perasaan bisa dideskripsikan sebagai hal yang menyenagkan atau tidak menyenangkan yang diekspresikan melalui kecenderungan kita untuk mendekati atau menghindari sebuah situasi. Sikap, harus mendemonstrasikan kondisi yang menggambarkan tujuan performa.

2)      Komponen Belajar untuk Strategi Pembelajaran Konstruktivisme

Pendekatan belajar dalam presepektif konstrutivisme lebih menekankan pada, pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada pebelajar (siswa). Dalam strategi konstruktivisme pembelajaran didesain dan dikelola sedemikian rupa, sehingga pembelajaran dapat menggali secara optimal potensi yang dimiliki oleh pebelajar (siswa). Komponen belajar untuk strategi pembelajaran konstruktivesme sama dengan komponen terdahulu, tapi pada pendahuluan atau dalam deskripsi lebih menekankan keterlibatan siswa dalam memberikan gambaran yang objektif yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari. Demikian juga dalam partisipasi siswa mempunyai porsi yang lebih besar dan umpan balik dapat dilakukan pada proses tersebut.. Berikut bagan komponen belajar konstruktivisme.

C. Hasil Pengembangan

KOMPONEN-KOMPONEN PRAPENGAJARAN, PENGETESAN DAN TINDAK LANJUT DARI SIASAT PEMBELAJARAN
Aktivitas Kegiatan Prapembelajaran
Motivasi:

Menjelaskan kepada siswa tentang keindahan-keindahan dalam seni rupa dan memberikan ilustrasi serta contoh-contoh hasil karya seni rupa yang memiliki nilai estetika, ekonomis dan dapat menambah wawasan serta melatih siswa untuk mencintai khasanah budaya nusantara melalui karya seni rupa.

Tujuan

1.1.    Melalui eksplorasi  tentang bahan bahan bekas siswa dapat  menuliskan macam-macam bahan bekas untuk membuat karya seni kriya.

1.2     Melalui diskusi siswa dapat  menyebutkan  bebrapa alat untuk membuat seni kriya.

2.1     Dengan   menyiapkan bahan dan alat siswa dapat  mengumpulkan  bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan.

2.2     Dengan  menyiapkan alat dan bahan  siswa dapat memilih bahan dan alat yang  sesuai untuk pembuatan  kartu ucapan.

2.3     Dengan mengamati beberapa contoh pola / desain  yang disiapkan guru siswa dapat  membuat desain  kartu ucapan.

2.4     Dengan latihan  membuat  pola  kartu ucapan  siswa dapat  membuat   bagian-bagian kartu ucapan.

2.5     Melalui   kerja kelompok siswa dapat  mrenggabungkan bagian-bagian pola kartu ucapan.

2.6     Melalui kerja  kelompok  siswa dapat  menyelesaikan proses pembuatan kartu ucapan

PENGETESAN

Batas Kriteria Ketuntasan Minimal : 65

Yaitu, siswa yang memperoleh nilai di bawah 65 berarti dianggap belum menguasai material pembelajaran.

1.      Tingkah Laku Masukan

Untuk menetahui ketrampilan mana yang sudah dikuasai siswa, maka perlu dilakukan Tes Tingkah Laku Masukan, dengan mengujikan beberapa soal, yang berkaitan dengan sejumlah ketrampilan subordinat yang telah disusun.  Ketrampilan-ketrampilan yang sudah dikuasai akan diletakkan di bawah garis entry behavior, sedangkan yang belum dikuasai di atas garis entry behavior dan perlu disiapkan material pembelajarannya. Jika hanya beberapa siswa yang tidak menguasai ketrampilan subordinat, maka siswa tersebut diberi tugas mandiri untuk menguasai ketrampilan yang belum dikuasai tersebut.  Namun jika semua siswa belum menguasai semua ketrampilan subordinat, maka ditetapkan tidak ada garis entry behavior.

2. Pra-Tes

Dilakukan sebelum memulai pembelajaran, yaitu menguji beberapa soal tentang ketrampilan subordinat yang berada di atas garis entry behavior

Pasca Tes

Dilakukan setelah semua material pembelajaran disampaikan.

KEGIATAN TINDAK LANJUT
Remedial

Bagi siswa yang belum mencapai batas minimal yang telah ditetapkan, akan diberikan remedial (dibimbing lagi tentang materi yang belum dikuasai atau dengan tutor sebaya dan diahiri dengan tes ahir).

Bagi siswa yang telah mencapai batas minimal kelulusan, maka yang bersangkutan akan diberi pengayaan materi, berkaitan dengan kreasi-kreasi seni rupa yang lain (membuat pigura, kartu lebaran dan lain-lain).

Isi Presentasi  dan Aktivitas Partisipasi Belajar
Tujuan 1.1.Melalui eksplorasi  tentang bahan bahan bekas siswa dapat  menuliskan macam-macam bahan bekas untuk membuat karya seni kriya.
Isi Presentasi

Pebelajar menuliskan macam-macam bahan bekas untuk membuat karya seni kriya.

Contoh

Kertas koran, kertas HVS, Kertas Folio, Kertas asturo, Kertas buffalo, Kertas gambar, Kertas emas, lidi, daun kering,  bunga kering ,bungkus makanan,  klise,  bulu unggas, ranting,  pelepah daun kelapa dll

Partisipasi siswa

1. Siswa  mencari dan mengumpulkan bahan-bahan bekas untuk membuat karya seni kriya di lingkungan tempat belajar.

Praktik

Siswa mengumpulkan bahasa bekas  di lingkungan sekolah.

Umpan balik

1. Tunjukkan bahan bekas yang sudah dikumpulkan oleh pebelajar.

2. Sebutkan nama-nama bahan yang digunakan dalam pembuatan seni kriya.

Tujuan 1.2 Melalui diskusi siswa dapat  menyebutkan  bebrapa alat untuk membuat seni kriya.
Isi Presentasi

1.Siswa membuat kelompok diskusi maksimal 5orang.

2. Siswa berdiskusi  untuk membahas tentang alat-alat yang digunakan untuk membuat seni kriya.

Contoh

Pisau, Cutter, gunting, lem,  mistar, jangka, palu, paku, gergaji, paku payung dll

Partisipasi siswa

1. Siswa  mengumpulkan alat-alat untuk membuat seni kriya.

Praktik

Siswa mengumpulkan   alat-alat untuk membuat seni kriya

Umpan balik

1. Tunjukkan alat-alat untuk membuat seni kriya.

2. Menyebutkan nama- nama  alat untuk membuat seni kriya

Tujuan 2.1 Dengan   menyiapkan bahan dan alat siswa dapat  mengumpulkan  bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan
Isi Presentasi

Siswa dapat  mengumpulkan, mengelompokkan, memilih  bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan

Contoh

Siswa  mengumpulkan, mengelompokkan, memilih  bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan

Partisipasi siswa

1.  Siswa  mengumpulkan, bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan

2. Siswa   mengelompokkan bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan

3. Siswa  memilih  bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan

Praktik

Siswa  mengumpulkan, mengelompokkan, memilih  bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan

Umpan balik

1. Kumpulkan  bahan-bahan untuk membuat seni kriya.

2.  Pilihlah bahan-bahan untuk membuat seni kriya.

3. Kelompokkan  bahan-bahan untuk membuat seni kriya.

Tujuan 2.2 Dengan  menyiapkan alat dan bahan  siswa dapat memilih bahan dan alat yang  sesuai untuk pembuatan  kartu ucapan.
Isi Presentasi

Siswa dapat memilih bahan dan alat yang  sesuai untuk pembuatan  kartu ucapan.

Contoh

Siswa memilih bahan dan alat yang  sesuai untuk pembuatan  kartu ucapan.Seperti kertas, koran, kertas buffalo, kertas gambar, kertas emas, pisau, gunting, lem, curter, penggaris, paku payung, palu dll.

Partisipasi siswa

1.  Siswa  memilih, bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan

2. Siswa    memilih alat  yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan

Praktik

Siswa memilih bahan dan alat yang  sesuai untuk pembuatan  kartu ucapan.Seperti kertas, koran, kertas buffalo, kertas gambar, kertas emas, pisau, gunting, lem, curter, penggaris, paku payung, palu dll.

Umpan balik

1. Pilihlah bahan-bahan untuk membuat seni kriya.

2.  Pilihlah alat-alat untuk membuat seni kriya.

Tujuan 2.3 Dengan mengamati beberapa contoh pola / desain  yang disiapkan guru siswa dapat  membuat desain  kartu ucapan.
Isi Presentasi

siswa dapat  membuat desain  kartu ucapan.

Contoh

siswa membuat desain  kartu ucapan dengan berbagai variasi contoh yang disiapkan oleh guru.

Partisipasi siswa

1.  Siswa mengamati berbagai contoh desain  kartu ucapan

2.  Siswa membuat berbagai  contoh desain  kartu ucapan

Praktik

Siswa membuat berbagai  contoh desain  kartu ucapan

Umpan balik

1. Tunjukkan hasil pembuatan desain  kartu ucapan yang dibuatnya

Tujuan 2.4 Dengan latihan  membuat  pola  kartu ucapan  siswa dapat  membuat   bagian-bagian kartu ucapan.
Isi Presentasi

Siswa  membuat   bagian-bagian kartu ucapan, bagian frame/ kerangka, bagian pelengkap/ assesoris.

Contoh

Bagian-bagian kartu ucapan:

a. bagian frame/ kerangka,

b. bagian pelengkap/ assesoris.

Partisipasi siswa

1.   Siswa  berlatih membuat   bagian-bagian kartu ucapan:

a.  bagian frame/ kerangka,

b.  bagian pelengkap/ assesoris.

Praktik

Siswa  membuat   bagian-bagian kartu ucapan, bagian frame/ kerangka, bagian pelengkap/ assesoris.

Umpan balik

1. Tunjukkan bagian-bagian   kartu ucapan yang dibuatnya.

2. Tunjukkan kerangka   kartu ucapan yang dibuatnya

Tunjukkan bagian pelengkap   kartu ucapan yang dibuatnya

Tujuan 2.5 Melalui   kerja kelompok siswa dapat  mrenggabungkan bagian-bagian pola kartu ucapan.
Isi Presentasi

Siswa  menggabungkan bagian-bagian pola kartu ucapan.

Contoh

1.Siapkan kerangka utama pembuatan kartu ucapan!

2.Gabungkan kerangka utama dengan pelengkap/ assesoris.

Partisipasi siswa

Siswa  menggabungkan bagian-bagian pola kartu ucapan . Bagian kerangka/ pokok dan pelengkap digabungkan satu sama lain.

Praktik

Siswa  praktik menggabungkan bagian-bagian pola kartu ucapan . Bagian kerangka/ pokok dan pelengkap digabungkan satu sama lain.

Umpan balik

1. Tunjukkan bagian-bagian   kartu ucapan yang dibuatnya.

2. Gabungkan/ tempelkan bagian utama dengan bagian pelengkap

Tujuan 2.6 Melalui kerja  kelompok  siswa dapat  menyelesaikan proses pembuatan kartu ucapan
Isi Presentasi

Siswa  menyelesaikan proses pembuatan kartu ucapan serta proses finishing.

Contoh

1. Siswa bekerja kelompok  menyelesaikan proses pembuatan kartu ucapan ,   merapikan,  memperbaiki dan finising.

Partisipasi siswa

Siswa berpartisipasi dalam  menyelesaikan proses pembuatan kartu ucapan serta proses finishing

Praktik

Siswa praktik  menyelesaikan proses pembuatan kartu ucapan serta proses finishing kartu ucapan.

Umpan balik

1. Tunjukkan hasil pembuatan   kartu ucapan yang dibuat pebelajar.

2. Kumpulkan  hasil kerja pembuatan kartu ucapan .

%d bloggers like this: