Kuliah Emka

Home » Model Dick Carey » Langkah Kelima Dick Carey

Langkah Kelima Dick Carey

Langkah ke-5

MENGEMBANGKAN INSTRUMENT PENILAIAN

( Develop Assessment Instruments )

disusun oleh : muhamad khotib, triwahyu handoyo, suyono
wahyuni satiawati, rita ambarwati
(Mahasiswa Pasca TP Unila 2009)

A. Latar Belakang

Konsep baru dalam pengukuran  proses pembelajaran yang berpusat pada pembelajar (learned-centered) adalah penilaian yang berpusat pada pembelajar (learner-centered assessment ). Definisi learner-centered assessment sejajar dengan definisi tradisional test acuan patokan, sebagai element inti dari pembelajaran yang didesain secara sistematis. Tipe test ini penting untuk mengevaluasi perkembangan pebelajar dan kualitas pembelajaran. Hasil dari tes acuan patokan memberikan indikasi instuktur seberapa baik pebelajar mampu mencapai setiap tujuan pembelajaran, dan mengindikasikan komponen mana dari pembelajaran yang bisa berjalan dengan baik, dan komponen mana yang perlu direvisi. Selain itu juga, tes acuan patokan memungkinkan pebelajar untuk merefleksikan diri dengan mengaplikasikan kriteria untuk menilai hasil kerja mereka sendiri.

Berhubungan dengan hal tersebut di atas  perlu dibahas bagaimana menyusun dan membangun  aspek penilaian dalam pembelajaran  yang mencakup  semua jenis kegiatan  yang digunakan untuk mengukur kemampuan  peserta didik setelah  menyelesaikan unit pembelajaran.

B. Konsep Pengembangan

Pengembangan tes muncul di point ini dan bukannya di setelah pembelajaran karena tes harus sesuai dengan tujuan performance. Performance yang ingin dicapai dalam tujuan harus sesuai dengan performance yang ingin dicapai dalam tes atau penugasan. Penilaian acuan patokan terbentuk dari item-item atau tugas-tugas performance yang langsung mengukur ketrampilan yang dideskripsikan dalam satu atau lebih tujuan performance.

1. Empat Tipe Tes yang dapat digunakan.

a.      Entry behaviors test

Tes ini diberikan kepada pebelajar sebelum memulai pembelajaran. Tes ini berguna untuk mengukur  ketrampilan syarat atau ketrampilan yang harus sudah dikuasai sebelum pembelajaran dimulai. Keterampilan syarat akan muncul di bawah garis entry behavior.

b.      Pretest

Tes ini dilakukan pada awal pembelajaran untuk mengetahui apakah pebelajar sudah menguasai beberapa atau semua ketrampilan yang akan diajarkan. Tujuannya adalah untuk efisiensi. Jika semua ketrampilan sudah dikuasai maka tidak perlu ada pembelajaran. Namun jika hanya sebagian materi yang sudah dikuasai maka data tes ini memungkinkan desainer untuk lebih efisien. Mungkin hanya review atau pengingat yang dibutuhkan.

Biasanya pretest dan entry behavior test dijadikan satu. Hasil dari tes entry behavior dapat digunakan desainer untuk mengetahui apakah pebelajar siap memulai pembelajaran, sedangkan dari hasil pretest desainer dapat memutuskan apakah pembelajaran akan menjadi terlalu mudah untuk pebelajar.

c.      Practice test

Tujuan tes ini adalah untuk membuat pebelajar lebih aktif berpartisipasi selama pembelajaran. Tes ini memungkinkan pebelajar untuk menampilkan pengetahuan dan ketrampilan baru dan untuk refleksi diri sampai level berapa ketrampilan dan pengetahuan mereka. Tes ini berisi ketrampilan yang lebih sedikit dan lebih fokus pada materi per pertemuan daripada per unit. Hasil tes ini digunakan instruktur untuk memberikan feedback dan untuk memonitor pembelajaran.

d.      Posttest

Tes ini paralel dengan pretes. Sama dengan pretes, posttest mengukur tujuan pembelajaran. Postest harus menilai semua objektif dan terutama fokus pada objektif terakhir. Namun jika waktu tidak memungkinkan, maka hanya tujuan akhir dan ketrampilan penting saja yang diujikan.

Postest mungkin digunakan untuk menilai performance pebelajar dan untuk memberi kredit karena telah menyelesaikan program. Tujuan yang terutama dari tes ini adalah agar desainer dapat mengidentifikasi area pembelajaran yang tidak bisa dilakukan dengan baik. Jika pebelajar gagal dalam tes, desainer harus dapat mengidentifikasi dalam proses pembelajaran yang mana tidak dimengerti oleh siswa.

Test Type Designers decicion Objectives Typically Tested
Tes entry behavior
  • Apakah siswa siap mengikuti pembelajaran?
  • Apakah siswa telah memiliki ketrampilan prasarat?
  • Ketrampilan prasarat atau keterampilan  yang ditandai dalam analisis pembelajaran
Pretest
  • Apakah pembelajar menguasai materi sebelumnya ?
  • Ketrampilan manakah yang sebelumnya dikuasai ?
  • Bagaimana dapat efesian mengembangkan pembelajaran ?
  • Objek akhir
  • Langkah utama dari analisis tujuan
Practice test
  • Apakah siswa memiliki  pengetahuan dan ketrampilan?
  • Apakah kesalahan dan miskonsepsi   mereka bentuk?
  • Apakah pembelajaran cukup kluster?
  • Apakah langkah pembelajaran cukup bagi pembelajar?
  • Pengetahuan dan ketrampilan sub objek  tanpa tujuan
  • Tipe  skop pada pelajaran
Posttest
  • Apakah pembelajar telah mencapai tujuan?
  • Apaka pembelajaran lebih efektif  pada setisp lsngkah  ketrampilan subordinate?
  • Apakah pembelajaran perlu direvisi?
  • Apakah pembelajar menguasai ketrampilan dan sikap ?
  • Tujuan akhir
  • Langkah utama  dan ketrampilan subordinate

2. Mendesain Tes

Pertimbangan pertama adalah menyesuaikan bidang pelajaran dengan item atau tipe tugas penilaian. Verbal information biasanya di tes dengan objectif tes. Tes bentuk objektif meliputi format seperti jawaban singkat, jawaban alternatif, mencocokkan, dan pilihan ganda.

Objektif untuk intelektual skill lebih kompleks dan biasanya menggunakan model objektif, kreasi produk atau pertunjukan langsung.

Penilaian untuk ranah afektif juga kompleks. Biasanya tidak ada cara langsung untuk mengukur tingkah laku seseorang. Penilaian di ranah ini biadanya dilakukan dengan observasi.

Penilaian ranah psikomotor biasanya dilakukan dengan mendemonstrasikan tugas. Untuk melihat apakah setiap langkah telah dilakukan dengan baik oleh pebelajar, guru membuat check-list atau rating-scale.

  1. 3. Menentukan Level Penguasaan

Peneliti yang meneliti sistem penguasaan pelajaran menyarankan bahwa penguasaan equivalent dengan level keberhasilan yang diharapkan dari pebelajar yang terbaik. Metode untuk menentukan level penguasaan menggunakan acuan norma.

Pendekatan yang kedua, bisa digunakan cara statistik. Jika desainer ingin memastikan bahwa pebelajar benar-benar mengerti ketrampilan sebelum mereka melanjutkan tahap pembelajaran selanjutnya, maka kemungkinan-kemungkinan harus disediakan untuk menampilkan ketrampilan sehingga hampir tidak mungkin keberhasilan menjadi hasil utama. Jika menggunakan soal pilihan ganda sangat mudah untuk menghitung probabilitas kesempatan keberhasilan. Dengan tipe soal yang lain, lebih sulit dilakukan penghitungan tapi lebih mudah untuk meyakinkan orang lain bahwa keberhasilan bukan sekedar kesempatan saja

4. Menulis Item Tes

Ada empat kategori tes yang berkualitas, yaitu:

a.   Berpusat pada Tujuan (Goal-Centered Criteria)

Soal tes dan penugasan harus sesuai dengan tujuan utama pembelajaran. Soal dan penugasan harus sesuai dengan perilaku termasuk konsep dan action. Untuk menyesuaikan jawaban soal tes dengan perilaku yang diharapkan dalam tujuan, desainer harus mempertimbangkan tugas belajar atau kata kerja yang ditunjukkan dalam tujuan. Butir soal harus mengukur perilaku yang sesungguhnya yang dideskripsikan dalam tujuan.

b.   Berpusat pada Pebelajar (Learner-Centered Criteria)

Tes item dan penilaian tugas harus disesuaikan dengan kharakteristik dan kebutuhan siswa, meliputi kosa kata, bahasa, tingkat kompleksitas tugas, motivasi siswa, dan tingkat ketertarikan siswa, pengalaman siswa, dan latar belakang siswa serta kebutuhan khusus siswa.

c.   Berpusat pada Kontek (Context-Centered Criteria)

Dalam membuat tes item dan penilaian tugas, desainer harus mempertimbangkan seting kinerja dan juga lingkungan belajar atau lingkungan kelas. Tes item dan tugas harus realistis atau relevan dengan seting kinerja. Kriteria ini membantu untuk memastikan transfer pengetahuan dan skill dari belajar ke dalam lingkungan kinerja.

d.   Berpusat pada Penilaian (Assessment-Centered Criteria)

Siswa akan merasa cemas selama assessment, penyusunan tes item dan penilaian tugas yang baik dapat menghilangkan rasa cemas siswa. Cetakan tes yang berkualitas meliputi kebahasaan baik, pengucapan dan tanda baca tepat dan tulisan jelas, petunjuk jelas, sumber materi dan pertanyaan jelas. Kriteria ini membantu siswa untuk melakukan dengan tenang.

  1. Seting Penguasaan Kriteria

Terdapat beberapa saran yang dapat membantu anda dalam menentukan berapa banyak tes item pilihan yang diperlukan. Jika tes item memerlukan sebuah format respon yang memungkinkan siswa dapat menebak jawaban dengan benar anda dapat memasukkan beberapa tes item paralel untuk tujuan yang sama jika kemungkinan menebak jawaban yang benar kecil kemungkinan, anda dapat memutuskan satu atau dua item untuk menentukan kemampuan siswa

  1. Jenis-jenis Item

Pertanyaan penting lainnya adalah jenis tes item atau penilaian tugas apa yang paling baik dalam menilai kinerja siswa? Perilaku tertentu dalam objektif memberikan point-point penting terhadap jenis item atau tugas yang dapat digunakan untuk menguji perilaku.

Contoh, jika point penting yang ditanyakan kepada siswa adalah mengingat fakta, maka tanyakan kepada siswa tersebut dengan jawaban siswa yang menyatakan fakta-fakta daripada memberikan pertanyaan yang meminta reaksi siswa seperti pada pertanyaan pilihan ganda. gunakan objektif sebagai guide, dalam menyeleksi jenis tes item yang memberi kesempatan kepada siswa untuk mendemonstrasikan kinerja tertentu yang terdapat dalam objektif. Setiap jenis test items mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk meyeleksi jenis tes items yang baik dari beberapa format test item yang ada, pertimbangkan beberapa faktor seperti faktor waktu yang diperlukan oleh siswa dalam memberikan respon, waktu penilaian yang diperlukan untuk menganalisis dan memutuskan jawaban, suasana ujian, dan kemungkinan dalam menebak jawaban yang benar.

  1. Menulis Petunjuk

Test harus terdapat petunjuk yang jelas, singkat. Permulaan tes biasanya menyebabkan kecemasan pada siswa yang akan dinilai. Oleh karena itu tes seharusnya mengurangi keraguan pada pikiran siswa mengenai apa yang akan mereka kerjakan dalam menyelesaikan test.

Dibawah ini informasi petunjuk test yang biasanya ditemukan dalam test :

a.     Judul test seharusnya memberikan kesan kepada siswa mengenai content atau isi daripada kata-kata sederhana seperti Pretest atau Test I

b.    Pernyataan singkat yang menerangkan objective atau performance yang diujikan.

c.     Siswa diberitahu untuk menebak jawaban jika mereka tidak yakin dengan jawaban yang benar.

d.    Petunjuk khusus seharusnya diucapkan dengan benar.

e.     Siswa diberitahu agar menulis nama mereka atau identitas mereka.

f.     Siswa seharusnya diberitahu mengenai penggunaan perlengkapan khusus dalam menyelesaikan test seperti penggunan pensil, lembar jawaban mesin, teks-teks tertentu atau perlengkapan khusus lainnya.

  1. Mengevaluasi Test dan Item Test.

Arah dan uji test item untuk tes objektif harus diujicobakan terlebih dulu sebelum digunakan untuk evaluasi formatif.  Agar tidak  terjadi kesalahan pada instrumen tes , perancang harus memastikan hal hal berikut:

1.    arah tes jelas, sederhana, dan mudah diikuti;

2.    masing-masing item tes jelas dan menyampaikan kepada peserta didik yang dimaksud dipembentukan atau stimulus;

3.    kondisi-kondisi dimana dibuat tanggapan yang realistis;

4.    metode respon jelas bagi peserta didik; dan

5.   ruang yang tepat, waktu, dan peralatan yang tersedia .

Test item yang tidak terjawab oleh sebagian besar pelajar harus dianalisis, direvisi,  atau bahkan diganti sebelum tes diberikan lagi. Ketika membangun item tes, dan tes pada umumnya, perancang harus diingat bahwa tes mengukur kecukupan

(l) pengujian itu sendiri,

(2) bentuk tanggapan,

(3) bahan-bahan pengajaran,

(4) lingkungan pengajaran dan situasi, dan

(5) pencapaian pelajar.

C. Hasil Pengembangan

Tabel   Desain Evaluasi Seni Rupa Kelas XII SMP Negeri 13 Bandar Lampung

Sub Ketrampilan Intelektual

No Ketrampilan Tujuan Performance Test Item
1 Melalui eksplorasi  tentang bahan bahan bekas siswa dapat  menuliskan macam-macam bahan bekas untuk membuat karya seni kriya. Tuliskan macam-macam bahan yang dapat digunakan dalam membuat karya seni kriya !
2 Melalui diskusi siswa dapat  menyebutkan  bebrapa alat untuk membuat seni kriya. Tuliskan 4 alat untuk membuat karya seni kriya!

Tabel   Desain Evaluasi Seni Rupa Kelas XII SMP Negeri 13 Bandar Lampung

Sub Ketrampilan Psikomotor

No Ketrampilam Tujuan Performance Test Item
1 Dengan   menyiapkan bahan dan alat siswa dapat  mengumpulkan  bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan. Kumpulkan bebrapa bahan  untuk membuat kartu ucapan minimal 10 macam !
2 Dengan  menyiapkan alat dan bahan  siswa dapat memilih bahan dan alat yang  sesuai untuk pembuatan  kartu ucapan. Siapkan alat-alat  yang digunakan  untuk pembvuatan kartu ucapan minimal 4 buah!
3 Dengan mengamati beberapa contoh pola / desain  yang disiapkan guru siswa dapat  membuat desain  kartu ucapan. Buatlah contoh pola/ desain  kartu ucapan  pada kertas gambar !
4 Dengan latihan  mebuat  pola  kartu ucapan  siswa dapat  membuat   bagian-bagian kartu ucapan. Buatlah  bagian-bagian  pola sesuai dengan kartu ucapan .
5 Melalui   kerja kelompok siswa dapat  mrenggabubgkan bagian-bagian pola kartu ucapan. Gabungkan bagian-bagian pola untun membentuk kartu ucapan!
6 Melalui kerja  kelompok  siswa dapat  menyelesaikan proses pembuatan kartu ucapan Buatlah finishing pembuatan kartu ucapan !.

Tujuan Instruksional

1.Siswa dapat mengapresiasikan karya seni rupa  daerah.

2. Siswa dapat mengekspresikan diri karya seni rupa, musik, seni tari, dan seni teater.

2.1   Siswa dapat membuat  karya  seni kriya

2.2   Siswa dapat membuat kartu ucapan  dengan memanfaatkan  barang bekas  dari lingkungan sekitar.

Tabel Keputusan Perancang

No Test Type Keputusan Perancang
1 Tes entry behavior Apakah siswa siap mengikuti pembelajaran?

Apakah siswa telah memiliki ketrampilan prasyarat?

2 Pretest Apakah pembelajar menguasai materi sebelumnya ?

Ketrampilan manakah yang sebelumnya dikuasai ?

Bagaimana dapat efesien mengembangkan pembelajaran ?

3 Practice test Apakah siswa memiliki  pengetahuan dan ketrampilan?

Apakah kesalahan dan miskonsepsi   mereka bentuk?

Apakah pembelajaran cukup kluster?

Apakah langkah pembelajaran cukup bagi pembelajar?

4 Posttest Apakah pembelajar telah mencapai tujuan?

Apakah  pembelajaran lebih efektif  pada setiap langkah  ketrampilan subordinate?

Apakah pembelajaran perlu direvisi?

Apakah pembelajar menguasai ketrampilan dan sikap ?

Tabel   Desain Evaluasi Seni Rupa Kelas XII SMP Negeri 13 Bandar Lampung

Tes Entry Behavior, Pretes, Practise Tes, dan Post tes

No Test Type Jenis Soal/ Pertanyaan
1 Tes entry behavior Apakah siswa telah memiliki ketrampilan prasyarat?

a. Apakah siswa sudah dapat memotong/ menggunting ?

b. Apakah siswa sudah dapat melipat ?

c. Apakah siswa sudah dapat  menggulung  kertas ?

2 Pretest Apakah pembelajar menguasai materi sebelumnya ?

a. Apakah siswa sudah dapat membuat kartu ucapan ?

b. Apakah  siswa sudah pernah membuat kartu ucapan?

Ketrampilan manakah yang sebelumnya dikuasai

a. Bagian manakah yang sulit dalam pebuatan kartu ucapan?

b. Apa kesulitan dalam pembuatan kerangka?

c. Apa kesulitan dalam pembuatan bagian tambahan / Asesoris ?

d. Apa kesulitan dalam pewarnaan dan finishing?

3 Practice test Apakah siswa memiliki  pengetahuan dan ketrampilan?

a. Bahan bahan apa yang dibutuhkan dalam pembuatan kartu ucapan?

b. Alat-alat apa yang dibutuhkan dalam pembuatan kartu ucapan?

c.Bagaimana cara  membuat  kerangka  kartu ucapan ?

d. Bagaimana cara menggabungkan  kerangka dengan  aksesoris?

e. Bagaimana cara kartu ucapan  mewarnai dengan  tepat?

4 Posttest Apakah pembelajar telah mencapai tujuan?

a. Tuliskan bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan kartu ucapan !

b.Tuliskan alat-alat yang diperlukan dalam pembuatan kartu ucapan !

c.Buatlah kerangka pembuatan kartu ucapan!

d. Buatlah kartu ucapan yang sudah melalui proses finishing!

Tabel   Desain Evaluasi Seni Rupa Kelas XII SMP Negeri 13 Bandar Lampung

Sub Ketrampilan Intelektual

No Ketrampilan Tujuan Performance Test Item
1 2.1 Melalui eksplorasi  tentang bahan bahan bekas siswa dapat  menuliskan macam-macam bahan bekas untuk membuat karya seni kriya. Tuliskan macam-macam bahan yang dapat digunakan dalam membuat karya seni kriya !
2 2.1 Melalui diskusi siswa dapat  menyebutkan  bebrapa alat untuk membuat seni kriya. Tuliskan 4 alat untuk membuat karya seni kriya!

Tabel   Desain Evaluasi Seni Rupa Kelas XII SMP Negeri 13 Bandar Lampung

Sub Ketrampilan Psikomotor

No Ketrampilam Tujuan Performance Test Item
1 2.1 Dengan   menyiapkan bahan dan alat siswa dapat  mengumpulkan  bahan yang sesuai untuk pembuatan kartu ucapan. Kumpulkan bebrapa bahan  untuk membuat kartu ucapan minimal 10 macam !
2 2.1 Dengan  menyiapkan alat dan bahan  siswa dapat memilih bahan dan alat yang  sesuai untuk pembuatan  kartu ucapan. Siapkan alat-alat  yang digunakan  untuk pembuatan kartu ucapan minimal 4 buah!
3 2.2 Dengan mengamati beberapa contoh pola / desain  yang disiapkan guru siswa dapat  membuat desain  kartu ucapan. Buatlah contoh pola/ desain  kartu ucapan  pada kertas gambar !
4 2.2 Dengan latihan  membuat  pola  kartu ucapan  siswa dapat  membuat   bagian-bagian kartu ucapan. Buatlah  bagian-bagian  pola sesuai dengan kartu ucapan .
5 2.2 Melalui   kerja kelompok siswa dapat  menggabungkan bagian-bagian pola kartu ucapan. Gabungkan bagian-bagian pola untuk membentuk kartu ucapan!
6 2.2 Melalui kerja  kelompok  siswa dapat  menyelesaikan proses pembuatan kartu ucapan Buatlah finishing pembuatan kartu ucapan !.

Frekuensi  Instrumen  untuk  Evaluasi Tingkah Laku / Sikap

Nama                                  :                                             Tanggal           :

Jumlah  yang diobservasi   :                                             Total                :

ASPEK YES NO
A. Pendekatan Kustomer
1.  Tersenyum
2. Inisiatif untuk menyapa
3. Komentar individu
4. Meminta izin
5. Pelayanan
6. Perhatian pada semua aspek
7. Lain-lain
B. Selama  Kegiatan
1.  Mendengarkan dengan penuh perhatian
2.  Meminta klarifikasi informasi
3. Menyiapkan  bentuk permintaan
4. Melengkapi formar
5. Menjelaskan  perubahan
6. Menjelaskan urutan material
7. Lain lain
C. Kesimpulan
1.  Menemukan  pelayanan keseluruhan
2.  Ucapan terimakasih
3. Menanggapi komentar
4.  Membuat kesimpulan
5.  Lain-lain

Muhamad Khotib, guru SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik Lampung Timur
Tri Wahyu Handoyo, Guru SMAN 1 Gunung Pelindung Lampung Timur
Suyono, Guru SMAN 2 Way Tenong Lampung Barat
Wahyuni Satiawati, Guru SMPN 13 Bandar Lampung
Rita Ambarwati, Guru SMA Teladan Bandar Lampung

%d bloggers like this: