Home » Model Dick Carey

Category Archives: Model Dick Carey

Langkah Kesepuluh Model Dick Carey

Langkah 10

Merancang dan Melakukan Evaluasi Sumatif

( Design and Conduct Summative Evaluations )

Disusun oleh Muhamad Khotib, Tri Wahyu Handoyo, Suyono
Wahyuni Satiawati, Rita Ambarwati

 

A. Latar Belakang

Evaluasi formatif merupakan  proses pengumpulan data dan informasi dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas pengajaran. Sedangkan  Evaluasi Sumatif adalah proses pengumpulan data dan informasi dalam rangka untuk membuat keputusan tentang perolehan tujuan pembelajar yang telah dirancang .

Penilaian formatif dilaksanakan sebagai suatu proses yang bersifat membangun tanpa mengandung keputusan. Namun, pada suatu titik tertentu, perlu diketahui  apakah pengajaran kita sudah efektif.  Agar kita dapat mencapai keputusan itu, penilaian sumatif perlu dilaksanakan.

Ada dua tahap evaluasi sumatif. Yang pertama berfokus pada hubungan antara instruksi, minat, dan kebutuhan organisasi. Tahap kedua adalah uji coba lapangan dari instruksi yang mirip dengan fase ketiga evaluasi formatif, kecuali sekarang dilakukan untuk tujuan yang berbeda yaitu, untuk menentukan apakah menghasilkan hasil yang diinginkan untuk pengambil keputusan
(more…)

Langkah Kesembilan Model Dick Carey

Langkah ke-9

MEREVISI PEMBELAJARAN

( Revisi Instructional )

A. Latar Belakang

Pada hampir semua model desain instruksional, akan ditemukan penekanan utama pada konsep evaluasi formatif, yaitu pada pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah dan merevisi bahan pengajaran. Model desainpembelajaran sering menunjukkan bahwa setelah data yang telah dikumpulkan dan diringkas, harus direvisi material pembelajarannya agar lebih “tepat.”

Ada dua jenis dasar revisi yang dapat digunakan untuk mempertimbangkan material pembelajaran. Yang pertama adalah perubahan yang dibuat dengan isi atau substansi bahan untuk membuat mereka lebih akurat atau lebih efektif sebagai sarana belajar. Tipe kedua perubahan berkaitan dengan prosedur yang digunakan dalam menggunakan bahan
(more…)

Lankah Kedelapan Model Dick Carey

Langkah ke-8
MERANCANG DAN
MELAKUKAN EVALUASI FORMATIF PEMBELAJARAN
( Desigingn and Conducting Formative Evaluations )

oleh : Muhamad Khotib, Tri Wahyu Handoyo, Suyono
Wahyuni Satiawati, Rita Ambarwati
Mahasiswa Pasca TP Unila 2009

A. Latar Belakang

Evaluasi formatif adalah pengumpulan data dan informasi selama pengembangan instruksi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas instruksi. Evaluasi formatif awalnya digunakan sebagai proses untuk meningkatkan instruksi setelah draft pertama pengajaran dikembangkan. Desainer berpengalaman, bagaimanapun, menemukan bahwa lebih baik untuk mencoba komponen awal dari proses desain, sehingga menghindari banyak masalah yang akan tidak dapat ditemukan sampai setelah rancangan instruksi itu selesai.
(more…)

Langkak Ketujuh Model Dick Carey

Langkah ke-7
MENGEMBANGKAN DAN MEMILIH MATERIAL PEMBELAJARAN
( Develop and Select Instructional Material )

oleh : Muhamad Khotib, Tri Wahyu Handoyo, Suyono
Wahyuni Satiawati, Rita Ambarwati

(mahasiswa pasca TP unila)

A. Latar Belakang

Dalam menyusun desain pengembangan materi pembelajaran sangat penting, karena pencapaian tujuan yang di tetapkan terinci pada materi pembelajaran. Meskipun begitu tidak berarti mengesampingkan unsur-unsur lainnya termasuk siswa, metode, maupun penilaian. Oleh karena itu pengembangan bahan pembelajaran sebaiknya melibatkan pusat sumber belajar baik yang didesain maupun yang tidak didesain. Sehingga sebagai desainer bahan pembelajaran jangan tergantung pada buku teks saja tetapi memanfaatkan sumber bahan pembelajaran. Disadari atau tidak kondisi sekarang kurang memperhatikan pengembangan bahan pembelajaran secara baik, kadang seorang guru mengajar didepan kelas berbicara sesuai apa yang diingat saat itu tanpa ada perencanaan dalam pembelajaran. Pengembangan materi pembelajaran perlu dilakukan mulai penyusunan perencanaan pembelajaran sehingga diharapkan dapat mencapai hasil belajar yang optimal.
(more…)

Langkah Keenam Model Dick Carey

Langkah ke-6
MENGEMBANGKAN SIASAT PEMBELAJARAN
( Develop Instructional Strategy )

oleh : Muhamad Khotib, Tri Wahyu Handoyo, Suyono
Rita Ambarwati, Wahyuni Satuawati

A. Latar Belakang

Kegiatan instruksional yang dilakukan para pengajar beraneka ragam. Ada pengajar yang memulai kegiatannya dengan menunggu pertanyaan dari siswa, ada yang aktif memulai dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa, ada pula yang mulai dengan memberikan penjelasan tentang materi yang akan diuraikan, dan ada yang memulai mengulangi penjelasan tentang materi yang lalu. Selanjutnya ada yang melanjutkan dengan kegiatan menjawab pertanyaan siswa, membentuk kelompok diskusi atau menggunakan program lain. Istilah startegi pembelajaran menyatakan berbagai jenis aktivitas belajar mengajar, seperti diskusi kelompok, membaca, studi kasus, perkuliahan, simulasi computer, lembar kerja, proyek kelompok kerjasama, dll.
(more…)

Langkah Kelima Dick Carey

Langkah ke-5

MENGEMBANGKAN INSTRUMENT PENILAIAN

( Develop Assessment Instruments )

disusun oleh : muhamad khotib, triwahyu handoyo, suyono
wahyuni satiawati, rita ambarwati
(Mahasiswa Pasca TP Unila 2009)

A. Latar Belakang

Konsep baru dalam pengukuran  proses pembelajaran yang berpusat pada pembelajar (learned-centered) adalah penilaian yang berpusat pada pembelajar (learner-centered assessment ). Definisi learner-centered assessment sejajar dengan definisi tradisional test acuan patokan, sebagai element inti dari pembelajaran yang didesain secara sistematis. Tipe test ini penting untuk mengevaluasi perkembangan pebelajar dan kualitas pembelajaran. Hasil dari tes acuan patokan memberikan indikasi instuktur seberapa baik pebelajar mampu mencapai setiap tujuan pembelajaran, dan mengindikasikan komponen mana dari pembelajaran yang bisa berjalan dengan baik, dan komponen mana yang perlu direvisi. Selain itu juga, tes acuan patokan memungkinkan pebelajar untuk merefleksikan diri dengan mengaplikasikan kriteria untuk menilai hasil kerja mereka sendiri.

Berhubungan dengan hal tersebut di atas  perlu dibahas bagaimana menyusun dan membangun  aspek penilaian dalam pembelajaran  yang mencakup  semua jenis kegiatan  yang digunakan untuk mengukur kemampuan  peserta didik setelah  menyelesaikan unit pembelajaran.
(more…)

Langkah Keempat Dick Carey

Langkah ke-4

MERUMUSKAN TUJUAN INSTRUKSIONAL

( Write Instructional Goal )

disusun oleh : muhamad khotib, triwahyu handoyo, suyono

wahyuni satiawati, rita ambarwati

(Mahasiswa Pasca TP Unila 2009)

A. Latar Belakang

Komponen yang paling terkenal dalam model desain pembelajaran adalah menulis tujuan performansi, atau sering disebut dengan behavioral objectives (tujuan perilaku). Robert Mager (1962). Tujuan penulisan tujuan performansi adalah untuk  menjawab pernyataan  tentang kemampuan apa yang  akan dilakukan  pebelajar ketika mengikuti dan  menyelesaikan  proses pembelajaran.

Ketika guru dilatih untuk merumuskan tujuan intruksional khusus, terhadap dua kesulitan utama yang dihadapi ketika proses mendefinisikan tujuan tidak termasuk dalam komponen yang integral pada model desain pembelajaran. Pertama, tanpa sebuah model yang jelas para guru menemui kesulitan untuk menentukan bagaimana memperoleh tujuan pembelajaran. Meskipun para pengajar dapat menguasai mekanisme penulisan tujuan, tidak ada konsep dasar yang dapat mengarahkan dalam mendapatkan tujuan. Sebagai hasilnya beberapa guru kembali kepada isi yang terdapat dalam teks books untuk mengidentifikasi topik-topik yang akan mereka tulis sebagai behavioral objectives. Kedua, mungkin lebih sebagai kritikan adalah apa yang dilakukan dengan tujuan tersebut setelah ditulis oleh para guru. Tujuan ini hanya sebatas tulisan yang hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi bagi seorang guru.
(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.